BUNGA BANGSAKU

Judul puici bunga bangsa Indonesia


BUNGA BANGSAKU


Biarlah tulip bersinar

Dengan warnanya yang menantang

Putih bungaku tak tergantikan
,
Biarkan tulip berkedap-kedip

Pamerkan terangnya menyilaukan

Putih bungaku kan tetap ayu


Tetap ku berseru

“melatilah bunga bangsaku”

Dulu,

Kini,

Nanti,

Sapanjang waktu

Sepanjang gugusan pulau terbentang

Sepanjang tiang tegak menjulang

Sepanjang harapan dan masa depan


Judul Puisi : BUNGA BANGSAKU
Karya       : Hida Koma
Tanggal     : Rabu, 15 Oktober 2014

Pusi Ku Titip Rindu Untuk Cinta

Karya puisi cintaku titip rindu

KU TITIP RINDU
Bv: Hida Koma

Ku titip rindu pada fajar
Untuk mawar yang mekar
Ku titip salam senja
 Untuk Mega penghias langitnya
Ku katakan pada mereka
Aku merindukannya
Merindu rayu yang melagukan rindu
Merindu canda yang menggoda
Merindu cerita yang mengundang tawa
Ku katakan pada mereka
Sampaikan salamku buat yang disana
Tanyakan padanya,
Dia sedang apa?
Ku pintakan pada mereka 
Agar bercerita
Tentangku
Tentang rindu
Juga kamu
Kita
Dalam satu lingkar pena
Bertuliskan cinta


14 November 2014 
19:05

2 Puisi Untuk Sang Guru

PuisiIndonesia.info; 2 puisi untuk sang guru ini dibuat spesial oleh sang pengarang guna menghormati jasa-jasa seorang guru di Indonesia yang dengan ikhlas serta sabar mencurahkan tenaga dan pikiranya untuk terus mendidik anak-anak Indonesia tanpa pandang suku, Ras, Agama, dan busayanya. Sosok guru yang demikian dianggap sang penulis sebagai seorang pahlawan sejati yang banyak memberikan inspirasi kepadanya sehingga mamppu mengejar apa yang telah dicita-citakan penulis puisi ini.

Buat anda berikut ini adalah puisi spesial untuk sang guru yang penulis ppersembahkan untuk semua guru di Indonesia.


KEPADA SANG GURU
Karya : Hida Koma

Ku temukan pelita didirimu
Tuk terangi gelap di kebodohanku
Ku temukan oasis didirimu
Tuk segarkan haus dahagaku akan ilmu,

Kau lah sang guru
Kau lah pelita di kegelapan ketidakktahuanku
juga oasis di tengah padang pasir ketumpulan pikirku

aku tanpamu
bagai si buta tanpa tongkat
merayap rayap menuju suatu tempat

tulus niatmu,
serta  ikhlas pengabdianmu
telah buatku tahu

kesabaranmu menuntunku
dari ba bi bu
menjadi tahu ini itu
antarkanku buka jendela dunia lewat membaca

kaulah sang guru
pendidik jiwa
tanpa tanda jasa

sedang terima kasihku 
tak kan mampu
tuk membalas itu

puisi guru indonesia terbaik


KEPADA GURUKU
Karya: Hida Koma

Pak,.....
Jangan pernah letih
Untukmu melatih
Jangan pernah lelah
Untukmu membenah
Kami,
Dulu, kini, dan nanti
Tetaplah satu
Muridmu
Yang darimu
Kami tahu
Yang denganmu
Kami mengerti
Meski waktu telah berubah dan berganti
Pun juga keadaan yang pernah menyertai
Dirimu satu
Guruku,

Pak,....
Tiada balas yang bisa terbias
Tuk ungkap segala nafas
Yang berhembus ikhlas
 kau urai tanpa batas
untuk kami yang telah kau lepas
tapi apa yang telah kami hirup
selamanya kan tetap hidup
dulu, kini, dan esok nanti
takk kan pernah terganti

pak,....
selamat hari guru
semoga bermanfaat ilmumu
bagimu
juga kami muridmu

KB, 24 November 2014 
22:03

Itulah puisi terbaik spesial untuk guru Indonesia. Semoga dengan puisi tersebut kita semua semakin menghargai jasa-jasa seorang guru.

Puisi Bahasa Indonesia – Yang Terbuang Dan Terlalaikan

Puisi bahasa Indonesia yang indah ini mengisahkan hubungan yang kurang bagus antara seorang Ibu dan anak. Untuk lebih jelasnya silahkan baca dan pahami langsung puisinya dibawah ini.

Puisi indonesia dengan judul Yang terbuang dan terlalaikan

YANG TERBUANG DAN TERLALAIKAN
 (based on true story)

Kau baik padaku
Saat sekarung beras masih di tanganku
Kau manis padaku
Saat sekarung gula masih manis kau rasa
Dan jika tinggal karungnya
Sikapmu yang sebenarnya tampak juga
Kau acuhkanku
Tak pedulikanku
Aku yang terbuang dan terlalaikan
Sedang aku ibumu
Dann kau anakku
Tanpa kata tiri membatasi
Aku bagimu bagai warisan
Andai laku
Akuu sudah kau jual dari dulu
Namun nyatanya tak jua

Dan aku tak ubahnya barang rongsokan saja
Di buang sayang
Kali aja masih ada yang berkenan
Di eman-eman memalukan
Membuatmu naik pitam
Aku kau singkirkan
Kau asingkan di pojokan
Kau pinggirkan aku di emperan
Dengan lampu temeram sebagai penerang
Kelap kelip bagai uplik saat lampu padam
Kau hindarkan aku dari keramaian
Takutmu menganggu tamu
Dan bikin malu
Sebab pikunku
Nak,...
Kau gadaikan yang masih tersisa
Kau uangkan dariku segala yang masih bisa kau raba
Kau makan semua hasilnya
Dan untukku sedikit saja
Kau foya-foya sementara
Sedang akhirnya saat semua tak lagi ada
Kau lupakan aku dan pura-pura lupa
Nak,...
Aku ibumu
Tapi kau malu panggilku ibu
Dan sebutkuu dengan panggilan baru
Sedikit lucu
Dan menghina ketidakberartianku
Tapi nak,
Kau lupakan satu atas diriku
Aku adalah warisan
Aku ibarat Al-Quran usang
Kau pajang di depan
Memalukan
Kau pinggirkan di pojokan
Dosa besar
“malati” orang jawa bilang
Kau melupakan itu nak,
Dan kini kegilaanmu beranak pinak

Puisi bahasa Indonesia


Judul : Yang terbuang Dan Terlalaikan
Karya : Hida Koma

PUISI INDAH EMHA AINUN NAJIB – ANTARA TIGA KOTA

Puisi Emha Ainun Najib – Antara tiga kota – puisi dan syair Indonesia

Puisi IndonesiaAntara Tiga Kota karya Emha Ainun Najib. Salah satu penyair dan seniman ternama Indonesia yang namanya sudah tak asing lagi di telinga orang Indonesia adalah Emha Ainun Najib. Dia banyak menulis puisi dan syair di media-media cetak seperti surat kabar dan majalah. Dia juga sudah menulis karya-kryanya ke dalam beberapa buku.


Memang namanya di dunia puisi Indonesia belum melegenda seperti Chairil Anwar, WS Rendra, Dan juga Taufik Ismail, Namun kepiawaianya dalam membuat puisi sudah tidak diragukan lagi. Salah satu puisi Emha Ainun Najib yang menurut saya menarik yaitu puisi Antara Tiga Kota , yang mana menjadi salah satu puisi indah yang jika dihayati akan terbisikkan pesan-pesan positif dari puisi tersebut. Untuk lebih jelasnya tentang puisi ini silahkan langsung saja dibaca sendiri dibawah ini.

ANTARA TIGA KOTA
Oleh : Emha Ainun Najib

Di yogya aku lelap tertidur
angin di sisiku mendengkur
seluruh kota pun bagai dalam kubur
pohon-pohon semua mengantuk
di sini kamu harus belajar berlatih
tetap hidup sambil mengantuk
Kemanakah harus kuhadapkan muka
agar seimbang antara tidur dan jaga ?
Jakrta menghardik nasibku
melecut menghantam pundakku
tiada ruang bagi diamku
matahari memelototiku
bising suaranya mencampakkanku
jatuh bergelut debu
Kemanakah harus juhadapkan muka
agar seimbang antara tidur dan jaga
Surabaya seperti ditengahnya
tak tidur seperti kerbau tua
tak juga membelalakkan mata
tetapi di sana ada kasihku
yang hilang kembangnya
jika aku mendekatinya
Kemanakah haru kuhadapkan muka
agar seimbang antara tidur dan jaga ?
Antologi Puisi XIV Penyair Yogya, MALIOBORO, 1997

Itulah Puisi Emha Ainun berjudul Najib Antara Tiga kota yang menjadi salah satu puisi indah dan bermakna. Semoga puisi tersebut dapat memberikan manfaat untuk pembaca dan tentu dapat mendatangkan hal-hal positif.